kacau semua!
huft...
ditekan sana sini
akibatnya gak konsentrasi
mumet
pusing
pening
segala-galanya ruwet
tapi mau bilang apa?
bisa apa?
ngadu sama siapa?
yang peduli siapa?
hadooooohhhh
banyak banyak urut dada aja...
sabaaaaaaar...sabar....
mungkin lagi kurang beruntung aja
lagi sial?
hahahaa, ya Allah...cobaan banget!
sesuatu, yah...
hihihiiiii....
masih bisa ketawa?
harus lah...
hidup harus tetap jalan
meski jalannya banyak belok beloknya
bikin pusing
mual
muntah
suatu peristiwa gak terjadi begitu aja, kan?
pasti ada hikmahnya
ada pelajarannya
jadi, semua salah siapa?
salah sendiri lah...
jangan mengaku dewasa kalau masih nyalahin orang, ya gak???
:)
Senin, 27 Februari 2012
Senin, 20 Februari 2012
tinggal separuh
aku tak tau apa yang ada dalam pikiranmu
tentang aku
yang pasti caramu memandangku buatku merasa
bahwa semua gerak gerik ku ada dalam pengawasanmu
aku tidak merasa berbuat yang tidak-tidak
tidak juga sedang berusaha menyembunyikan sesuatu
tapi tatapanmu itu
seolah mencurigaiku, menyelidikiku
hingga akhirnya
saat kecurigaanmu tak menemukan titik terang (karena aku memang tidak melakukan apa-apa yang salah)
kau mencari-cari celah kecil
agar bisa menyalahkan aku dan melampiaskan emosimu
dan keluarlah semua kata-kata makianmu yang tak terkontrol itu
seolah kau tak pernah bahagia dengan keberadaanku (atau mungkin memang tak pernah?)
aku diam
tak bisa apa-apa
tak bisa membantah
bukan karena aku salah
aku maklum, aku mengalah
bukan karena aku kalah
semua karena aku tak ingin
makian itu semakin menjadi
dan aku menderita sakit hati yang lebih parah lagi
dulu untukmu kuberikan hati utuh
namun
maaf, sekarang tinggal separuh
tentang aku
yang pasti caramu memandangku buatku merasa
bahwa semua gerak gerik ku ada dalam pengawasanmu
aku tidak merasa berbuat yang tidak-tidak
tidak juga sedang berusaha menyembunyikan sesuatu
tapi tatapanmu itu
seolah mencurigaiku, menyelidikiku
hingga akhirnya
saat kecurigaanmu tak menemukan titik terang (karena aku memang tidak melakukan apa-apa yang salah)
kau mencari-cari celah kecil
agar bisa menyalahkan aku dan melampiaskan emosimu
dan keluarlah semua kata-kata makianmu yang tak terkontrol itu
seolah kau tak pernah bahagia dengan keberadaanku (atau mungkin memang tak pernah?)
aku diam
tak bisa apa-apa
tak bisa membantah
bukan karena aku salah
aku maklum, aku mengalah
bukan karena aku kalah
semua karena aku tak ingin
makian itu semakin menjadi
dan aku menderita sakit hati yang lebih parah lagi
dulu untukmu kuberikan hati utuh
namun
maaf, sekarang tinggal separuh
Langganan:
Komentar (Atom)